ASPEK PEMASARAN
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Didalam
berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu usaha
yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolan maupun pemasaran. Modal
bisa di dapat dari berbagai cara misalnya denhgan modal yang kita punya sendiri
ataupun dengan pinjaman. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu kemitraan atau
hubungan social yang baik dalam berwirausaha. Karena terkadang dalam
berwirausaha kita tidak dapat memulainya sendiri baik karena kekurangan uang,
sumber daya, maupun kreatifitas. Oleh karena itu kemitraan sangat dibutuhkan
dan merupakan salah satu aspek yang penting dalam berwirausaha. Sedangkan
mengenai pengelolaan atau manajemen dan pemasaran akan lebih baik bila kita
menguasainya lebih jauh sebagai seorang wirausahawan, karena aspek pengelolaan
dan pemasaran merupakan aspek yang memegang peranan penting. Karena itulah
penulis menguraikan pembahasan ini dalam bentuk makalah mengenai bagaimana
mengelola sendiri usaha yang dijalani atau mendatangi konsumen sendiri.
Dalam
bab pembahasan, penulis mencoba untuk menguraikan mengenai apa arti dari
pemasaran dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi aspek pemasaran dalam
berwira usaha. Dengan kita mengalisis aspek pemasaran dalam berwira usaha
diharapkan usaha yang akan kita jalankan sukses dan memenuhi standart kelayakan
bisnis.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis merumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1
. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemasaran
2.
Apa definisi dari pemasaran
C.
TUJUAN MASALAH
Tujuan
dari dibuatnya makalah ini adalah untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan
sebelumnya. Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
a. untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi pemasaran.
b. untuk menguraikan definisi pemasaran
c. untuk menguraikan pentingnya networking.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
DEFINISI PEMASARAN
Pemasaran secara umum dapat didefinisikan sebagai
proses untuk memasarkan produk. Selain itu definisi yang lebih komprehensif
menurut Philip Kotler (2000), mengatakan bahwa pemasaran adalah sebuah proses
social yang melibatkan individu-individu dan atau kelompok untuk memperolah apa
yang mereka butuhkan melalui transaksi produk menurut nilai yang mereka
sepakati.
Menurut Kotler (2000), ada tiga langkah penting yang
harus dilakukan oleh seorang professional pemasaran dalam memasarkan produk.
Ketiga langkah tersebut akan secara singkat dijelaskan dalam uraian di bawah
ini.
1. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar
yang bersifat haterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen
pasar) yang bersifat homogen. Tentunya dimaksudkan agar pemasaran lebih
terarah, efektif dan efisien. Ada 4 kriteria yang harus dipenuhi segmen pasar,
yaitu:
a.
Terukur (Measurable), artinya dapat diukur baik besarnya maupun
luasnya, serta daya belinya.
b.
Terjangkau (Accessible), artinya dapat dicapai.
c.
Cukup luas (Substantial).
d.
Dapat dilaksanakan (Actionable).
Sementara itu, segmentasi pasar haruslah dilakukan
dengan menggunakan criteria tertentu. Secara umum setiap perubahan akan
mensegmentasikan pasarnya atas dasar:
a.
Keadaan
geografis, dilakukan dengan cara membagi pasar ke dalam unit-unit geografis
seperti Negara, propinsi, kabupaten, kota, dll. Harus memperhatikan kebutuhan
dan selera konsumen ditiap wilayah.
b.
Keadaan
demografis, dilakukan dengan cara membagi pasar kedalan variable-variabel demografis
seperti umur, jenis kelamin, keluarga, besar pendapatan, dll.
c.
Keadaan
psikografis, dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam kelompok menurut kelas
social, gaya hidup, dll.
2. Penetapan Pasar Sasaran (Target Market)
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai
serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu
perusahaan. Seorang pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam
mangatur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.
Perusahaan
harus membagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen kemudian
dievaluasi , dipilih, dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Ada 5
strategi peliputan pasar, yaitu:
a.
Konsentrasi
pasar tunggal, sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian
dari pasar.
b.
Spesialisasi
produk, perusahaan memutuskan untuk memproduksi 1 jenis produk.
c.
Spesialisasi
pasar, perusahaan yang mambuat produk untuk 1 pangsa pasar.
d.
Spesialisasi
selektif, perusahaan selektif memilih kegiatan, kecuali bahwa kegiatan usaha
itu mengandung peluang yang menarik
e.
Peliputan
keseluruhan (whole coverage), perusahaan menyediakan sebuah produk untuk
setiap orang sesuai dengan daya beli masing-masing.
3. Penempatan Produk
Mencakup formulasi penempatan produksi
dalam persaingan dan menetapkan pencampuran pemasaran (mixed marketing)
yang terperinci. Penempatan produk adalah upaya merancang produk dan bauran
pemasaran agar tercipta kesan tertentu di antara para konsumen.
B.
Pemasaran Terpadu
Pemasaran terpadu atau marketing mix merupakan
kombinasi variable atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran.
Variable ini dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan
konsumen dalam pasar sasarannya. Pengertian marketing mix secara umu adalah
istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti
sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran
produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
1. Product (barang/jasa)
Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi
jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang
ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk
barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang sangat
penting, sebab perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan”
dari konsumen. Namun produk dan jasa tidak berdiri sendiri karena sangat
berkaitan erat dengan target market yang dipilih. Sedangkan sifat dari
produk/jasa tersebut adalah Tidak terwujud ( karena jasa tidak
bisa dilihat,dirasa, diraba, didengar atau dicium sebelum ada transaksi
pembelian) Tidak dapat dipisahkan ( suatu produk jasa tidak bisa
dipisahkan dari sumbernya) Berubah-ubah (bidang jasa sangat mudah
berubah-ubah, sebab jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan ,
kapan disajikan dan dimana disajikan. Daya tahan ( jasa tidak
dapat disimpan)
2. Price (harga)
Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan dan
keuntungan yang diperoleh digantungkan pada penetapan harga yang ditawarkan.
Harga suatu produk ditentukan pada besarnya pengobanan yang dilakukan untuk
menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh
karena itu, penentuan harga dari suatu perusahaan merupakan hal yang sangat
penting, karena sangat berpengaruh terhadap hidup matinya suatu perusahaan.
Oleh karena itu hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang tepat,
karena dengan itu perusahaan dapat memberi keuntungan yang paling baik, baik
untuk jangka pendek dan jangka panjang.
3. Place (saluran distribusi)
Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau
jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya adalah
menentukan penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute yang efektif dan tiba
ditempat yang tepat. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa hal yang
perlu dipertimbangkan. Diantaranya:
a.
sifat pasar dan lokasi pembeli
b.
lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara
c.
pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang
ekonomis
d.
jaringan pengangkutan
4. Promotin ( promosi produk)
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk
memberikan informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan
saatnya ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, yaitu :
a.
periklanan
( advertising ) periklanan ini dilakukan lewat surat kabar, radio,
majalah, televise, ataupun dalam bentuk poster yang dipasang ditempat
strategis.
b.
Penjualan
pribadi (personal selling) perusahaan melakukan kontak langsung dengan
calon konsumennya. Contohnya door to door selling, mail order,
telephone selling, dan direct selling.
c.
Promosi
penjualan (sales promotion) perusahaan menjajakan produknya sedemikian
rupa sehingga konsumen mudah untuk melihatnya dan tertarik.
d.
Publisitas
(publicity) publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk
opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk
“menyosialisasikan” atau “memasyarakatkan”.
C.
Factor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran
Pemasaran melibatkan berbagai factor yang saling
terkait, karena itu pemasaran harus dilakukan menurut pertimbanagan yang
matang. Menurut Winardi (1981), tiga factor yang diperlukan dalam menjalankan
proses pemasaran anata lain :
1.
Rencana strategi perusahaaan
Rencana stategi pemasaran adalah logika pemasaran yang
merupakan suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan
strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok.keberhasilan
strategi pemasaran tergantuk pada analisis dan pengamatan oleh perusahaan
terhadap factor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Ciri-ciri rencana strategis
pemasaran perusahaan adalah:
a.
bersifat komprehensif ;
b.
dampak yang diharapkan sangat luas;
c.
pertimbangan terhadap factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
perusahaan;
d.
jadwal waktu atau timing yang ditentukan fleksible terhadap perubahan;
2.
Lingkungan micro perusahaan
Lingkungan micro terdiri atas para pelaku yang
langsung berkait dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuan untuk melayani
pasar, yaitu :
a.
perusahaan
Organisasi perusahaan merupakan factor yang
mempengaruhi lingkungan micro.
b.
pemasok (supplier)
pemasok adalah
perusahaan atau individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh
perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu.
c.
Distributor
Distributor adalah
perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan
distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Peran yang mereka lakukan
antara lain :
1)
Perantara,
adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen.
2)
Perusahaan
distribusi fisik. Perusahaan ini membantu perusahaan dalam menyimpan dan
memindahkan produk.
3)
Agen
jasa pemasaran, perusahaan yang membantu perusahaan dalam mengarahkan dan
mempromosikan produknya kepasar yang tepat.
4)
Perantara
keuangan, contohnya seperti bank, perusahaan kredit, asuransi dan perusahaan
lain yang membantu dalm segi keuangan.
d. Pelanggan atau konsumen.
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang
menjadi konsumen aats barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan, baik itu
individu, lembaga, dll.
e. Perusahaan pesaing
Usaha suatu perusahaan untuk membangun
sebuah sistem pemasaran guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan
lain. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala tindakannya
didalam pasar.
f. Masyarakat umum
Perusahaan harus memperlihatkan sejumlah
besar lapisan masyarakat yang menaruh perhatian terhadap kegiatan perusahaan,
karena masyarakat umum dapat memperlancar perusahaan mencapai sasarannya.
3.
Lingkungan macro perusahaan
Terdiri atas kekuatan-kekuatan yang
bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi pelaku lingkungan
micro. Variable-variable lingkunagan macro terdiri atas:
a.
lingkungan
demografis atau kependudukan, menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai
penduduk karena penduduklah yang membentuk suatu pasar.
b.
Lingkungan
ekonomi, menunjukkan sistem ekonomi yang diterapakan.
c.
Lingkungan
fisik, menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu, penggunaan sumber daya
alam, dll.
d.
Lingkungan
teknologi menunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi,
peraturan-peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi, dll.
e.
Lingkungan
social/budaya, menunjukkan keadaan suatu masyarakat mengenai norma , nilai,
aturan kehidupan yang berlaku dalam masyarakaat, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar